
RMNEWS – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan akan melakukan kordinasi terkait keputusan dua rumah sakit yang ditunjuk untuk melakukan test keberangkatan jemaah umroh.
“Mengenai issu dua rumah sakit yang ditujukkan, kami sedang melakukan kordinasikan kepada Kementerian agama,” kata Siti Nadia Tarmizi melalui wawancara Pro3, Kamis (2/12/2021).
Hal itu dituturkan oleh Nadia, mengingat bahwa untuk memberangkatkan umroh itu bisa melalui beberapa kota dan tidak bisa di satu kota saja.
“Yang pertama beberapa hal penunjukkan itu belum dibicarakan lebih lanjut ke kita, kedua rasanya kalau dua tempat pintu keberangkatan bukan dari Jakarta aja itu tidak bisa, dan ini menjadi konfrim kita untuk dibicarakan kembali, dan dari sisi kita akan lebih memastikan lagi terkait penunjukkan dua rumah sakit lagi,” jelasnya.
Sementara, untuk varian baru Omicorn sendiri ia mengatakan bahwa akan dilakukan sebuah aturan terkait karantina di Arab Saudi ataupun sebaliknya.
“Varian Omicorn ini sudah kita tentukan, nantinya para pelaku perjalanan akan melakukan karantina 10 hari dan itu akan dimulai 3 Desember besok,” katanya kembali.
“Aturan ini akan terus disesuaikan, mengingat akan adanya penambahan masa karantinanya dan terkait negaranya akan dilihat kembali,” tambahnya.
Dalam hal ini, Kemenkes sendiri akan terus melakukan evaluasi lebih lanjut terkait aturan-aturan yang akan berlaku di kedepannya.
Sebagai informasi, Pemerintah Arab Saudi sudah membuka untuk pelaksanaan ibadah Umroh dan Haji. Bahkan, Pemerintah Arab Saudi pada 1 Desember 2021 telah mengizinkan juga penerbangan dari indonesia mendarat langsung ke Arab Saudi, tanpa harus transit di negara ketiga untuk menjalani karantina.
Dalam hal pembukaan pintu Umroh Pemerintah Arab Saudi hanya menunjuk dua rumah sakit yang akan dipilih untuk melakukan testing kesehatan jemaah yakni Rumah Sakit Kartika Pulo Mas dan Rumah Sakit Karunia Jakarta.
