
RMNEWS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan investasi sekitar Rp1 triliun untuk merevitalisasi Stasiun Gambir menjadi ruang publik ikonik yang terintegrasi dengan kawasan Monumen Nasional (Monas). Proyek ini merupakan bagian dari strategi transformasi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya tarik kawasan pusat ibu kota.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, konsep baru Stasiun Gambir akan menjadikannya sebagai “teras Monas”, yaitu area yang memungkinkan masyarakat menikmati panorama Monas dengan lebih leluasa sebelum maupun sesudah menggunakan layanan kereta api.
Menurut Bobby, revitalisasi tersebut merupakan implementasi konsep in journey experience, di mana pengalaman pelanggan dimulai sejak penumpang memasuki stasiun, bukan hanya ketika berada di atas kereta.
«“Stasiun Gambir nantinya bukan hanya menjadi tempat naik dan turun kereta, tetapi juga destinasi yang memberikan pengalaman berbeda bagi setiap pengunjung,” ujar Bobby saat berdiskusi bersama awak media dalam perjalanan menggunakan Kereta Wisata di Brebes, Jawa Tengah, Rabu.»
Melalui proyek ini, KAI tidak hanya melakukan pembaruan fisik bangunan, tetapi juga mengembangkan fungsi stasiun sebagai pusat aktivitas publik yang terhubung dengan sektor transportasi, rekreasi, dan pariwisata. Penataan baru akan membuka arah pandang stasiun ke Monas sehingga pengunjung dapat menikmati ikon nasional tersebut dengan lebih nyaman.
Dari sisi desain, revitalisasi Stasiun Gambir akan mengusung tema kekayaan alam Indonesia dengan menghadirkan elemen lanskap seperti air terjun, sawah terasering, dan nuansa pegunungan. Konsep tersebut diharapkan memperkuat identitas nasional sekaligus mempercantik kawasan strategis di jantung Jakarta.
KAI menilai pengembangan Stasiun Gambir memiliki potensi menciptakan nilai ekonomi baru melalui peningkatan mobilitas masyarakat, pertumbuhan aktivitas komersial, serta penguatan daya tarik wisata di sekitar Monas. Dengan posisi Gambir sebagai salah satu simpul transportasi utama di Jakarta, revitalisasi ini diharapkan mampu mendukung pengembangan kawasan perkotaan yang lebih modern dan terintegrasi.
Pengerjaan proyek ditargetkan selesai pada 2028. Setelah rampung, Stasiun Gambir diharapkan tampil sebagai gerbang transportasi modern sekaligus wajah baru kawasan Monas yang lebih representatif bagi masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan.
