Shadow

Kurangi Kebiasaan Konsumsi Makanan dan Minuman Manis

RMNEWS – Mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan bisa berdampak negatif pada kesehatan. Para pemerhati kesehatan pun menyarankan agar mengurangi kebiasaan seperti itu.

Dokter Kandungan dr Alamsyah menjelaskan, konsumsi makanan manis berlebihan berbahaya bagi Ibu hamil. Hal ini berdampak negatif bagi kesehatan janin.

“Makanan dan minuman manis selama hamil memiliki risiko dua kali lipat melahirkan anak yang akan memiliki penyakit asma. Juga alergi terhadap hal tertentu,” ujar Alamsyah dalam keterangan, Senin (16/1/2023).

Ia berpandangan, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis tidak hanya harus dilakukan oleh Ibu hamil. Kebiasaan ini juga perlu dilakukan oleh anak-anak dan rejama usia produktif.

Pengamat Kebijakan Publik, Sofie Wasiat mengungkapkan, banyak masyarakat belum memahami bahaya dari makanan dan minuman manis. Kondisi ini terlihat dari munculnya berbagai jajanan dengan tambahan gula, sirop bahkan susu kental manis berlebihan.

“Selama puluhan tahun kental manis dipahami memiliki kadar gizi yang tinggi. Terutama bagi pertumbuhan anak sehingga disetarakan dengan susu sapi pada umumnya,” ujar Sofie.

Padahal, kata dia, penggunaan susu kental manis untuk memberikan rasa manis. Sama dengan menggunakan sirop dan gula.

Baginya, kurangnya edukasi dan sosialisasi mengakibatkan masyarakat masih banyak yang salah persepsi terhadap susu kental manis. “Susu kental manis saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *