
RMNEWS – Ahli Gizi dari RSUD Buleleng, Bali, Eka Subiarta, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai mengkonsumsi gula berlebihan. Hal dikarenakan gula berefek buruk bagi metabolisme tubuh.
“Ada efek buruk kalau kita mengkonsumsi gula berlebih. Di antaranya peningkatan berat badan, risiko diabetes, serta tekanan darah tinggi,” kata Eka, Senin (26/9/2022).
Selain itu juga, lanjutnya, mengkonsumsi gula berlebih dapat mempercepat mengalami kepikunan dan penuaan dini. “Cuma efeknya tidak instan. Butuh waktu lima hingga 10 tahun untuk efek gula itu,” jelasnya.
Biasanya, kata Eka, masyarakat selalu tergiur jika disajikan es teh manis yang menyegarkan usai melahap sebuah hidangan makanan.
“Itu efeknya segar fresh. Tetapi kalau kita konsumsi dalam jangka panjang hingga menggantikan air putih, itu membahayakan bagi tubuh,” terangnya.
Ia menyarankan masyarakat untuk banyak mengkonsumsi air putih. “Air putih harus dominan dalam tubuh kita dan menggantikan air gula. Ini agar tidak terjadi efek tertentu dalam tubuh kita,” ujarnya.
Lebih lanjut Eka menyarankan agar masyarakat mengkonsumsi gula maksimal empat sendok makan dalam sehari. “Itu maksimal untuk semua jenis makanan. Itu untuk satu hari, bukan satu menu,” ujarnya menjelaskan.
