RMNEWS – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan suplai beras di Indonesia aman dan tidak terganggu. Hal itu ia tegaskan pasca penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Hal itu berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Pertanian produksi beras tahun ini. Diperkirakan masih tersedia 31,8 juta.
“Jadi kita kalau melihat pasokan ini. Ini suplainya tidak terganggu,” kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra, Rabu (14/9/2022).
Menurutnya, kebutuhan beras di tanah air hanya sebesar 29 juta. “Maka diperkirakan masih surplus,” ucapnya.
Meski demikian, diakuinya, berdasarkan data Kemendag per 14 September ada kecenderungan kenaikan harga beras. “Kalau dibandingkan bulan lalu itu, naiknya hampir 1,92 persen rata-rata nasional,” katanya.
Meski beras medium mengalami kenaikan harga, Syailendra memastikan beras yang disalurkan melalui stok di Bulog harganya masih terjaga. “Beras yang disalurkan pemerintah yang ada di Bulog harganya bisa tetap terjaga,” ujarnya.
Di sisi lain, ia memastikan pasokan beras di Jakarta dalam kondisi tercukupi. Terutama pasca penyesuaian harga BBM bersubsidi.
Hal itu berdasarkan pemantauan di Pasar Induk Beras Cipinang yang merupakan barometer pasokan beras di Jakarta. “Di Pasar Induk Beras Cipinang, pasokan masih bagus masih di atas 2.500 ton per bulan,” kata Syailendra.
