Shadow

Harga Mi Instan Naik, Menuai Respon

RMNEWS – Pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo soal potensi harga mi instan naik hingga tiga kali lipat menuai beragam respons. Tidak saja pengamat atau pelaku industri, tetapi juga Ibu-ibu hingga anak kos.

Mereka adalah konsumen langsung dari produk mi instan. Tidak saja mi dalam kemasan, tetapi juga warung-warung pinggir jalan, dengan mie ayam sebagai jualan utama.

Heni Anugrah, seorang pekerja yang kos di kawasan Kebayoran Lama, misalnya. Dia mulai khawatir dengan harga mi instan dan makanan dengan bahan utama mi yang terus meroket.

“Semua harga-harga naik setelah pandemi Covid-19, apalagi ada perang Rusia-Ukraina. Sekarang mi instan bisa bukan lagi penyelamat lapar yang murah,” kata Heni Anugrah yang sehari-hari jualan barang-barang koleksi secara online tersebut.

Bi Inayah, asisten rumah tangga atau ART di salah satu rumah kawasan Pasar Baru, mengungkapkan harga mi instan sudah naik sejak beberapa waktu lalu. Baik di toko retail maupun kelontong.

“Naiknya sudah dari kemarin, dikit-dikit tetapi naik. Jadi naiknya bukan sekarang atau besok, dari kemarin juga sudah naik,” ujarnya.

Beda halnya dengan Sudaryati, ibu rumah tangga kelas menengah yang tinggal di Otista, Jakarta. Menurutnya harga terkini mi instan belum berpengaruh terhadap keuangannya.

Tiap bulan dia masih menyetok dua hingga tiga kardus mi instan untuk kebutuhan keluarga. “Harga kebutuhan pokok memang naik. Tapi namanya kebutuhan ya pasti harus tetap dibeli,” ucapnya.

Saat ini harga mi instan per dus berkisar Rp80-120 ribu. Tergantung merek dan jenis mie instan, mau rebus atau goreng.

Untuk harga eceran mi instan ada di angka Rp2.000-3.000. Lagi-lagi tergantung merek dan jenis mie instan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *