Shadow

Mahasiswa PTAI Gelar Aksi Nyata Peringati Hari Bumi 2026

RMNEWS — Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026 yang jatuh pada Senin, 21 April 2026, Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa/Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (FORKOM BEM/DEMA PTAI) se-Indonesia menggelar berbagai kegiatan bertema kepedulian lingkungan dan keberlanjutan.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa PTAI dalam menjaga kelestarian bumi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat lingkungan hidup.

Momentum Hari Bumi dimanfaatkan sebagai ajang refleksi sekaligus aksi nyata dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan, seperti perubahan iklim, pencemaran, dan kerusakan ekosistem.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi aksi bersih lingkungan, penanaman pohon, edukasi kepada masyarakat, serta kampanye peduli alam. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, santri, hingga masyarakat umum.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia dengan melibatkan pengurus wilayah dan daerah FORKOM BEM/DEMA PTAI.

Koordinator Pusat FORKOM BEM/DEMA PTAI se-Indonesia, Fatham Mubina, menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agent of change dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Hari Bumi bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk bergerak bersama, menumbuhkan kesadaran kolektif, dan menghadirkan aksi nyata demi masa depan bumi yang lebih baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara mahasiswa, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Diharapkan, melalui kegiatan ini, kesadaran ekologis tidak hanya berhenti pada peringatan tahunan, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
FORKOM BEM/DEMA PTAI se-Indonesia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga bumi sebagai amanah yang harus dirawat dan dilestarikan demi generasi mendatang.

“Bumi bukan warisan nenek moyang, tetapi titipan untuk anak cucu kita,” pungkasnya.
Kalau mau, saya bisa bantu ubah jadi versi opini, siaran pers resmi, atau caption media sosial juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *